Hukum Celana Cingkrang ( Sirwal La Isbal )

Hukum Celana Cingkrang (Isbal)

Salah satu gosip atau isu yang cukup hangat dan sempat menjadi perbincangan panas selanjutnya adalah memakai celana cingkrang atau diatas mata kaki.Praktik ini merujuk pada hadist yang diriwayatkan oleh HR Bukhari dari Abu Hurairah sebagai berikut:

“Sarung (celana) di bawah mata kaki akan di tempatkan di neraka”

Sebagian besar ulama memang mengharamkan pakaian hingga di bawah mata kaki atau isbal apabila didasari dengan sifat kesombongan namun apabila isbal tidak disertai dengan sifat sombong maka hukumnya menjadi tidak haram namun makruh.

Pendapat tersebut di ungkapkan oleh beberapa ulama seperti Mazhab hanafi, Syafiiyah, Malikiyah dan Hanabilah serta ada Ibnu Taimiyah,As Shan ani dan As syaukani.Haramnya isbal yang disertai dengan sikap sombong ini juga didasari pada hadits riwayat Al Bukhari dari Ibnu Umar yang mengngkapkan jik Nabi Muhamad bersabda:
“Allah tidak akan memandang orang yang menjulurkan pakaiannya dengan penuh kesombongan”

Dalam riwayat lain Baginda Rasul SAW juga bersabda :

“Sarung seorang Mukmin itu sampai otot betis,lalu sampai pertengahan betis,lalu sampai mata kaki Ada pun yang di bawah mata kaki itu berada di Neraka (HR Nasai).

Dalam Hadist yang berasal dari Abi Said al khudri,baginda Nabi bersabda ” Saung seorang Mukmin itu sampai pertengahan betis dan tidak ada dosa atau tidak ada masalah dengan apa yang ada diantaranya dan diantara kedua mata kaki.Adapun jika dibawah mata kaki maka berada di neraka.Siapa yang menjulurkan sarungnya karena sombon maka Alloh tidak akan melihat kepadanya di Hari Kiamat ” (HR Abu Dawud).

Di dalam kitab adab Syariyah karya Ibnu Muflih juz 3 hal 493 dituliskan jika pengarang kitan Muhith dari kalangan ulama Madzhab Hanafi meriwayatkan bahwa sesungguhnya Imam Abu Hanifah RA oernah mengenakan selendang dengan harga 400 dinar dan ia menjulurkannya ke tanah.Lalu ada yang bertanya kepadanya “bukankah dilarang melakukan ini?Maka beliau menjawab Laranagan itu hanya untuk orang orang yang sombong dan kami bukan termasuk diantaranya”.

Sedangkan dalam Hadits riwayat umar,Nabi Muhamad SAW bersabda: “Siapa yang menyeret bajunya ke bawah karena sombong maka Alloh tidak akan melihatnya di hari Kiamat” Abubakar As Shidiq Ra mengatakan,”Wahai Rassululllah,sesungguhnya sarungku selalu terkulur kecuali jika aku perhatikan betul betul.Baginda Nabi mengatakan “Sesungguhnya Engkau bukan orang yang melakukannya dengan kesombongan ” (HR Bukhari).
Hukum kebolehan dalam hadits ini hanya diperuntukan untuk Abubakar RA karena Baginda Nbi SAW sudah menjelaskan alasannya jika beliau tidak melakukannya karena sombong.Sejumlahj riwayat atsar juga menjelaskan sebagian salaf melakukan isbal tanpa sombong.Dalam mushanaf Abi Syaibah diriwayatkan dari sahabat Ibnu Masud dengan Sanad yang jayid bahwa Ibnu Masud menjulurkan sarungnya.

Saat ditanya tentang hal itu beliau menjawab “Aku memiliki dua betis yang kurus (Ibn Abu Syaibah)Abi Ishaq mengatakan “Aku menyaksikan Ibnu Abbas di hari hari mina dalam keadaan rambut panjang,memakai sarung yang agak isbal dan memakai selendang kuning “(HR Thabrani AlHaitsami mengatakan riwayatnya adalah hasan).
Ibnu Abi Syaibah,Abu Nuaim dan Ibnu Saad dalam Thabaqatnya membawakan riwayat dari AMr Muhajir yang mengatakan “Gamis Umar bon Abdul Aziz sampai diantara mata kaki dan tali sandalnya”
Demikianlah informasi tentang hukum isbal atau celana cinkrang yang sesungguhnya.Ulama berpendapat untuk mengaharamkan isbal jika disertai dengan sikap sombong.Jika tidak disertai dengan sikap sombong maka hukumnya tidk haram namun makruh.

Sehingga tidak perlu untuk memaksa oran Muslim untuk menggunakan celana atau sarung cingkrang apalagi hingga mensyirikkan kaum Muslimin yang melakukan kaum isbal sebagaimana dimaksud dalam orang Wahabi.Mereka tidak sadar bahwasanya dengan memvonis sesat dan syirik pada kaum Muslimin yang isbal maka mereka bersikap sombong dan itulah dosa besar yang sama sekali tidak pernah mereka sadari.

Bagi anda yang tidak menyukai kelompok yang mengenakan celana cingkrang maka tidak perlu mencela mereka yang mengenakan celana cingkrang.Biarlah mereka menjalani jalan dan keputusan masing masing.
Tentunya sangat indah apabila masing masing umat saling menghormati dan menghargai serta tidak saling mencemooh. Sesungguhnya peperangan dan perpecahan terjadi diantara umat islam disebabkan oleh adanya sikap sombong,fanatisme dan rapuhnya ukhuwah islamiyah.

Baca Juga Selain Hukum Celana Cingkrang ( Sirwal La Isbal )